Bayuvita's Blog

what I Think that's what i write…

11042010 (my diary…maaf ya bahasanya suka2 aku)

2nd weekend on April 2010,
Aku pikir ini hanyalah akhir pekan seperti biasa yang selalu kuhabiskan di rumah tanpa ada suatu peristiwa yang istimewa, tapi ternyata perkiraan ku salah. Peristiwa unik (mungkin ta’ akan kulupakan) terjadi pada hari Sabtu malam, aku menerima sebuah email dari seorang ibu yang baik, sangat memperhatikan putranya, menyampaikan curahan hati putranya mengenai aku…wouw…u know reader, it just like a dream for me.
I’m not kidding, hope from a wise mother like her make my eyes shed tears…ohh mom, i really hope i can make your dream come true.
Allah itu maha baik, amat baik sekali padaku, di saat aku merasa kesepian, aku bertemu dengan orang-orang baru dalam hidupku yang menghiburku dengan harapan-harapan yang membuat ku dapat berpikir positif untuk mengisi hari-hariku.
Permohonanku pada Mu…Ya Allah, semoga di tahun ini aku bisa menjadi hamba Mu yang lebih baik lagi dari sebelumnya, dan Kau pertemukan dengan belahan jiwaku yang dapat membimbingku tetap dijalan Mu hingga akhir hayat ku nanti. -@mien-

12 April 2010 Posted by | cerita hati | | Tinggalkan sebuah Komentar

Selir hati…mu untuk selamanya…

Aku cinta kamu
Tapi kamu tak cinta aku
Ku tak pernah tahu
Apa salahku
Hingga kamu tak suka aku
Tak mau aku

Mungkin dimatamu
Aku tak pantas untukmu
Tapi tak mengapa
Aku sadari kekuranganku ini

Reff:
Aku rela oh aku rela
Bila aku hanya menjadi
Selir hatimu untuk selamanya
Hoo o aku rela aku rela

Aku sudah bilang
Ku ‘kan terus mengakui
Ku ‘kan terus cinta
Terus merindui
Meski kau diam saja
Kau diam saja

Back to Reff: 2x

Oh aku rela aku rela

Back to Reff:

Hoo o aku rela aku rela
Hoo o aku rela aku rela
Hoo o aku rela aku rela

Petikan syair lagu ‘selir hati’ nya TRIAD yang aku kutip ternyata sedang melanda banyak orang di sekelilingku. Termasuk salah seorang yang baru ku kenal pada saat diklat pertengahan hingga akhir Maret lalu. Orang-orang seperti ini dibutuhkan keberadaannya untuk orang-orang seperti aku, yang masih menanti kedatangan orang yang telah berjanji untuk datang dan membuktikan seluruh perkataannya.
Pilihan itu saat ini ada padaku untuk memilih :
1. apakah orang yang mencintai sepenuh hati sampai bersedia menjadi selir hati, bersedia berkorban apapun asalkan orang yang dicintainya berbahagia; ataukah pilihan ke-2, yaitu
2. memilih orang yang kita cintai dan mencintai kita, jadi ‘take and give’; hanya lebih berat perjalanannya karena dituntut untuk pengorbanan.

Memilih pilihan pertama lebih membuat aku tenang, karena ‘he always be there for me’, dan akan menuruti apapun permintaan aku sepanjang dia bisa memenuhi; namun memilih pilihan kedua juga bisa menenangkan, bahkan bisa lebih menenangkan, asalkan ‘he keeps his promised and i must do my obligation’.
Well…tapi memang ‘more challenging’ pilihan kedua, jadi aku putuskan memilih pilihan kedua dulu…karena bagaimanapun orang-orang seperti dalam syair ‘selir hati’ akan tetap menanti kita. Namun apabila nantinya ternyata kita harus memilih pilihan pertama, berarti kita harus menghargai pasangan kita meski pada awalnya tidak mencintai dirinya, karena dia adalah orang yang paling menghargai kita dan patut kita hargai pada saat tersebut.
-Slipi, 07042010, ditulis pada saat hari kesehatan, setelah mendapatkan support dari pilihan pertama, setelah aku men-support pilihan kedua ku untuk tetap berusaha membuktikan perkataannya padaku –

7 April 2010 Posted by | cerita hati | , , | Tinggalkan sebuah Komentar

My Story after visited Eco-Products International Fair 2010

Perhaps the readers think that I have a lot of money to sightseeing from international expo to another expo…ehm…but not for this time. At the began of March, 2010, date 4th-7th, there was an International Expo in Jakarta Convention Centre. Well, not only one expo, there were 3 (three) exhibition in this place but I choose the eco-product. The other exhibitions were a mega bazaar computer expo and an Islamic book fair, and about 1km from that place there was a franchise expo, at Balai Kartini, Jakarta.
I choose the eco-products international fair caused I have less knowledges about the eco-products…ough…poor of me and becaused the visitors of those exhibitions were very crowded that’s why I must choose one of the exhibitions.

The Eco-products International Fair was the biggest international environment fair. It was organized by Asian Productivity Organisation, Indonesian Chamber of Commerce and Industry (KADIN) Indonesia, and Ministry of Manpower and Transmigration Republic of Indonesia. Morethan 100 exhibitors from companies, research institute, NGO, etc. There were support programs every days such as talk shows, manga class, workshops, photo exhibition, until theater 4D….ehm…it was very interesting.

There were many kinds of education quiz from the exhibitors, very awesome when we knew how they tried to explain in an easy way to us about how important the environment for our live from those.
Thank you very much from the bottom of my heart to all of important persons and institutions that already thought me about how the important about the eco-product for our live. Wish my english not too bad at this story, cause I just learn to use it in my paper.

Please kindly give your opinion about my journal this time, thank you for your attention read what I write.

8 Maret 2010 Posted by | catatan kecil aku pada kejadian menarik | , , | 1 Komentar

My Opinion about Global Warming [Pemanasan Global]

A few days ago my friends office and me went to a kind of workshop about climate change in Bogor.
Interesting after a few days went to a few places around Muara baru, Kamal, and Cilamaya Wetan; I knew that Climate Change happened now.
Pengaruh amat terasa diantaranya terlihat pada saat peralihan musim yang bergeser, arus laut yang lebih deras, dan bertambah jauhnya area tangkap para nelayan.
Kesulitan yang melanda dunia karena perubahan cuaca (global warming) tentu saja tidak bisa serta merta menyalahkan alam, karena pengaruh terbesar adalah akibat ulah manusia itu sendiri.
Pertumbuhan penduduk dunia yang tinggi, menyebabkan tingkat kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup juga tinggi, berarti industri juga semakin berkembang, tingkat eksploitasi manusia terhadap alam semakin tinggi, permasalahan penanganan limbah akibat kegiatan manusia juga tidak terlampau baik penanganannya. Permasalahan tersebut turut andil menimbulkan pemanasan kepada dunia.
Banyaknya peneliti-peneliti yang telah melakukan penelitian dari berbagai sisi, namun amat jarang yang memperhatikan potensi dari manusia untuk turut serta menanggulangi perubahan iklim…kearifan ataupun kebijakan-kebijakan lokal daerah tertentu dalam memelihara lingkungan, terkadang malah tidak diperhatikan.
Memprihatinkan…PASTI, namun jangan sering berkeluh kesah, karena manusia adalah makhluk ciptaan Allah, SWT yang paling sempurna sehingga wajib untuk berusaha semaksimal mungkin.- ^_^

11 Agustus 2009 Posted by | catatan kecil aku pada kejadian menarik | , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

catatan perjalanan muncar Juli’09

Perjalanan ke wilayah Muncar, kabupaten Banyuwangi. 9 Juli 2009.
1st trip on this location for me…
Perjalanan ini pertama kali aku lakukan untuk melakukan penelitian masalah yang berkaitan dengan sosial ekonomi kelautan perikanan.
Jakarta-Denpasar…berhubung via surabaya jarak tempuh lebih lama maka perjalanan di tempuh via Denpasar.
Perjalanan ke Denpasar dengan menaiki pesawat salah satu maskapai nasional, jadwal penerbangan 13.15 WIB tapi baru diberangkatkan sekitar pkl.15.00 WIB seperti biasa ahh…menyedihkan kebiasaan yang tidak patut dilestarikan di Indonesia.
Tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar-Bali…sekitar pkl.16.30 WIB (17.30 WIT)
Bandara Internasional dengan landas pacu terpendek sedunia (menurut info yg ku terima dari teman)
Akhirnya memiliki kesempatan untuk singgah sebentar melewati wilayah propinsi Bali meski langsung menuju ke Muncar dengan berganti-ganti kendaraan.
1. Taksi…ke luar dari bandara menuju Terminal Bus Ubung ditempuh dengan waktu 1 jam perjalanan
how the lucky I am, karena pemandangan dan udara sepanjang perjalanan indah dan sejuk.
2. Bus Denpasar-Surabaya, dari terminal Ubung perjalanan dilanjutkan dengan naik bus ke arah surabaya, meski tujuan perjalanan hanya sampai pelabuhan ketapang, banyuwangi…
Terminal Bus Ubung-Pelabuhan Gilimanuk, Bali perjalanan ditempuh kurang lebih 3 jam sudah termasuk keterlambatan karena sang sopir senang untuk memperlambat perjalanan dengan alasan mencari tambahan penumpang….
negara…akhirnya aku melewati daerah negara….sayang lupa apa nama desa nya tempat m’dian tinggal…
juga sampai di negara sudah hampir tengah malam…
3. sampai pelabuhan gilimanuk, bus antri untuk menyebrang dengan kapal menuju pelabuhan ketapang-banyuwangi…
naik kapal pertama kali untuk menyebrangi selat Bali bukannya melihat pemandangan, karena sudah malam aku tertidur sampai dibangunkan pada waktu mau turun di Pelabuhan Ketapang…
4. Taksi kembali…dari pelabuhan ketapang, perjalanan dilanjutkan dengan taksi menuju salah satu hotel di Banyuwangi….akhirnya bisa beristirahat untuk beraktivitas pada hari berikutnya (01.00 WIB)

Hari Pertama
Perjalanan kami ke lokasi penelitian di Muncar ditemani oleh taksi semalam, pak sopir taksi itu cukup berbakat menjadi guide selama perjalanan hari itu….
Jangan berharap ada AC dalam taksi….karena kondisi taksi sudah cukup memprihatinkan, untunglah udara sepanjang perjalanan cukup sejuk sehingga AC pun berganti dengan ‘angin cepoi2 (ac)’
Beberapa km mendekati kawasan pantai muncar, parfum khas lokasi ini telah dapat kita cium keberadaannya dari dalam taksi…setelah sekitar 1 jam perjalanan tiba juga kami di muncar.
Lokasi pertama yang kami datangi adalah sebuah kantor cabang dinas, kantor tersebut dapat diistilahkan seperti syair dalam lagu ‘sunyi…sepi….sendiri…’ mungkin karena sepi sekali kantor tersebut, tidak ada petugas didalamnya, kantor terbuka siapapun bisa masuk ke dalam tapi ‘tuan rumah’ penghuni kantor tidak ada…15 menit berselang datanglah salah satu petugas yang dengan baik hati meminjamkan data sekunder untuk bahan penelitian kami untuk kami fotokopi…
Lokasi kedua yang kami datangi adalah sebuah kantor instansi pemerintah juga, head of the office is very easy going person…ramah dengan prilaku yang amat sangat menggambarkan pribadi ke-NTT-annya…
dibantu dengan 2 orang staf nya kami pun melanjutkan pekerjaan kami dengan mengunjungi persatuan-persatuan nelayan di wilayah tersebut, di bentuk secara swadaya dan masih tradisional.
Pembentukan dilakukan hanya didasari untuk kebersamaan, silaturahmi, menyelesaikan masalah dengan musyawarah mufakat…It’s really amazing for me….Inilah kearifan lokal masyarakat Indonesia yang harus dilestarikan…patut dibanggakan…
Setelah beberapa hari di Muncar akhirnya tugas pun selesai dilaksanakan…akhirnya pulang kembali dengan melewati rute yang sama dengan waktu pergi…..

Muncar-Ketapang….ditempuh dengan taksi
Masuk ke kapal, menyebrang dan dapat menikmati pemandangan karena masih jam 10.00 WIB dan belum dapat bus atau kendaraan lain untuk menuju Terminal Ubung…
Gilimanuk…sebelum turun di pelabuhan gilimanuk akhirnya dapat juga tumpangan untuk menuju Terminal Bus Ubung, dengan menaiki mobil ‘travel dadakan’.
Gilimanuk-Ubung….dengan ‘travel dadakan’ kami dapat tiba di Ubung lebih cepat 1 jam dari yang kami perkirakan sebelumnya….karena adikku tidak bisa keluar kantor untuk menjemput….akhirnya kami pun naik taksi menuju kantor tempat adikku bekerja…
Thank you…so much…untuk Peneliti Senior dari kantor ku yang menemani ku sepanjang perjalananku ini…learning by doing….itu sudah ku dapat sepanjang perjalanan ku di muncar ini…

Potensi Perikanan kawasan muncar….dengan produk khasnya ‘ikan lemuru’ yang hanya terdapat di perairan selat bali.
Tempat labuh kapal yang cukup teratur…meski ternyata banyak kapal juga yang tidak patuh dengan apa yang sudah di atur oleh petugas labuh kapal ya p’erlambang…
Pada kawasan ini juga banyak terdapat indutri pengolah produk hasil perikanan…dari yang dulu pertama kali berjaya memiliki pesawat pengakut produk hingga akhirnya menjelang masa meredup….
Kelembagaan secara tradisional para nelayan membuat ku bangga terhadap kearifan para nelayan tersebut untuk menjaga tali silaturahmi, gotong-royong, kebersamaan diantara mereka.
Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Nelayan pada lokasi ini juga amat mengagumkan karena rata-rata merupakan keluarga yang cukup sejahtera…menurut mereka ‘cukup untuk makan, sekolah, buat rumah di kampung,…pokoknya cukuplah…’
Penyuluh Perikanan…dengan jumlah nelayan yang cukup banyak, seharusnya memang terdapat personil penyuluh perikanan…
Namun amat disayangkan….ternyata pada lokasi ini tidak terdapat personil penyuluh perikanan.
Peranan Penyuluh Perikanan untuk nelayan di wilayah ini akhirnya dilakukan oleh para petugas yang bertugas sebagai pegawai pelabuhan pendaratan pantai dan petugas kantor cabang dinas kelautan dan perikanan.
Pemerintah Daerah Banyuwangi….sebenarnya ada petugas penyuluh perikanan, hanya dengan status kontrak karena memang petugas penyuluh tersebut bukan PNS, dengan jumlah yang terbatas tidak sebanding dengan luas wilayah potensi perikanan daerah ini. Fokus penyuluhan perikanan akhirnya hanya dilakukan pada perikanan budidaya yang merupakan daerah prasasti mina…
Penyuluh perikanan…riwayatmu kini….
dibutuhkan….tapi SDM yang tangguh belum terbentuk….kesejahteraan mereka pun belum terpenuhi padahal dengan penyuluh perikanan yang tangguh yang dapat mentransfer pengetahuan perikanannya dengan baik akan dapat melahirkan SDM2 Perikanan yang mumpuni pula.
Penggunaan kapal dengan alat tangkap jaring gill net dan slerek, para nelayan menangkap ikan dengan memperhatikan pula kelestarian keberlangsungan sumber daya perikanan wilayah tersebut.
Penolakan terhadap penggunaan alat tangkap jaring trawl karena merusak terumbu karang dan menyapu bersih ikan2 di perairan, membuktikan salah satu kearifan lokal yang ada pada masyarakat nelayan ini.

Demikian catatan kecil ku pada perjalanan ke muncar kali ini….
Wassalam….

24 Juli 2009 Posted by | catatan kecil aku pada kejadian menarik | , , | 1 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.